Tampilkan postingan dengan label Adaktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adaktif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2016

BHS.INDONESIA

BHS.INDONESIA

A. Majas Perbandingan

Majas Perbandingan gaya bahasa berkias yang menyatakan perbandingan untuk meninggalkan  kesan dan juga pengaruh tertentu terhadap pendengar ataupun pembaca. Jika kita tinjau dari cara mengungkapkan perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas :


1) Majas Asosiasi atau Perumpamaan

Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini biasanya ditandai dengan penggunaan  kata bagai, bagaikan, seperti, , seumpama, bak dan laksana.
Contoh :
  • Wajahnya bagaikan rembulan.
  • Rambutnya bak mayang yang terurai.
  • Dia mewarisi sifat seperti seekor singa.
  • Badannya  seperti samson.
  • Watak dan karakternya seperti batu.

2) Majas Metafora
Metafora adalah gaya bahasa yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Kata atau kelompok kata yang dipakai bukan dalam arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, seperti kata bunga desa dalam kalimat “ Zahro adalah bunga desa yang diidamkan oleh banyak pria”. Contoh lainnya sebagai berikut:

Contoh:
  • Ia sangat terpukul dengan kepergian belahan hatinya
  • Raja siang keluar dari ufuk timur
  • Rosyid selalu menjadi bintang kelas setiap semester
  • Ronaldo menjadi mesin pencetak gol bagi Madrid
  • Pak Tono adalah tangan kanan ayahku.
  • Si kutu buku itu jarang sekali keluar rumah.

4) Majas Alegori
Majas Alegori adalah majas yang menyatakan sebuah perihal dengan mengunakan kiasan atau penggambaran.
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Contoh:
  • Menjalani kehidupan rumah tangga sama halnya seperti kita mengarungi lautan dengan sebuah bahtera. Terkadang kita akan dibawa menyaksikan keindahan samudra yang begitu menakjubkan. Namun tak jarang  kuatnya ombak akan mengombang-ambing tubuh kita.
  • Dunia ibarat tumbuhan hijau yang menyihir setiap mata yang memandang. Indah dan begitu menakjubkan. Namun lambat laun ia akan menguning, kering dan pada akhirnya musnah
  • Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

3) Majas Personifikasi
Personifikasi adalah majas atau gaya bahasa  yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seakan-akan memiliki sifat seperti manusia.

Contoh:
  • Badai mengamuk dan memporakporandakan rumah
  • Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
  • Hujan rintik menari-nari diatas genting
  • Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan sore ini.
  • Api telah melahap seisi rumah gubuk itu

5) Majas Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang tertentu yang dapat menggantikan kata yang ingin diutarakan.

Contoh:
  • Ia terkenal sebagai buaya darat ( playboy)
  • Rumah itu hangus dilalap si jago merah ( api )
  • Aku tidak suka berteman dengan bunglon (tidak berpendirian)
  • Pada bulan ini KPK berhasil meringkus banyak tikus. (koruptor)
  •  Meminjam uang dari lintah darat bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah keuangan.

6) Majas Metonimia
Metonimia adalah majas yang memakai ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut. Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh:
  • Ia berangkat ke rumahku hanya dengan  mengenakan Cubitus. (kaus)
  • Pak Toni berangkat ke kantor dengan Bata (sepatu)
  • Ayah membaca koran sambil menikmati Kapal Api (kopi)
  • Setelah makan, Ani minum satu gelas Aqua. ( air )
  • Pejalan kaki itu tewas tertabrak Kijang. (mobil)
  • Pak guru menegornya setelah kepergok menghisap Jarum (rokok)

7) Majas Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya seluruhnya untuk sebagian. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
1) Sinekdok Pars pro toto, Yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
  • Untuk bisa masuk ke pasar malam, perkepala hanya ditarif biaya sekitar Rp. 10.000 saja.
  • Ayah membeli satu ekor kambing untuk disembelih dan dijadikan gulai.
2)  Majas Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
  • Barcelona mencetak gol kemenangannya pada menit ke 80.
  • Menonton TV memberikan dampak negatif pada perkembangan anak.
  • Polri berhasil meringkus kawanan  begal yang sering beraksi di daerah Lampung Utara.
8. Majas Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai". Simile hampir sama dengan majas asosiasi, hanya beda-beda tipis saja. Untuk lebih jelas baca saja : 

Contoh:
  • Tubuhnya seperti tiang yang tinggi menjulang.
  • Wajahnya bercahaya bagaikan rembulan yang selalu menerangi kegelapan malam.
  • Dia pemberani bak seekor singa yang tidak pernah gentar dengan musuh sekuat apapun
  • Kerjanya seperti mesin yang tidak pernah berhenti.
  • Wataknya  seperti batu yang sangat sulit untuk dilunakkan.

B. Majas Pertentangan

Majas Pertentangan adalah “Gaya bahasa atau kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan maksud sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan tujuan untuk memberikan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.


1) Majas Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berantonim atau berlawanan arti dalam satu kalimat.

Contoh:
  • Dia kerja siang malam untuk mewujudkan cita-citanya
  • Menang kalah merupakan sesuatu yang biasa dalam sebuah pertandingan
  • Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Alloh
  • Perjalanan pulang pergi Jakarta Bogor memakan waktu yang tidak terlalu lama
  • Pekerjaan kantor tidak pernah menghalangi  hobinya untuk naik turun gunung

2) Majas Paradoks
Pengungkapan dengan menyatakan dua hal atau dua situasi yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar. Paradoks juga merupakan opini yang besebangan dengan kebiasaan yang ada sehingga terkesan aneh dan dapat mencuri perhatian si pendengar atau pembaca.

Contoh:
  • Aku merasa kesepian di tengah keramaian
  • Di balik senyum manisnya terpendam luka yang mendalam
  • Meski cuaca sangat panas, pikiran harus dingin
  • Selalu ada hikmah yang dapat kita petik dari setiap musibah

3) Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah  pernyataan yang berlebihan yang melampaui kenyataan sebenarnya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau mencuri perhatian.
Contoh:
  • Keringatnya sampai menganak sungai.
  • Tak jarang seorang ayah harus membanting tulang demi keluarga.
  • Badannya sangat kurus, hanya tinggal kulit pembalut tulang.
  • Setiap hari dia memeras keringat demi mendapatkan sesuap nasi
  • Ia dapat menghitung secepat kilat

4) Majas Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara merendah dibawah dari kenyataan yang sesungguhnya. Litotes biasa digunakan sebagai bentuk basa-basi dengan tujuan merendah atau menghormati lawan bicara.

Contoh:
  • Hanya kado kecil ini yang bisa aku berikan.
  • Mampirlah sejenak untuk mencicipi hidangan yang ala kadarnya ini.
  • Perkenankan hamba yang bodoh ini untuk menyampaikan pendapat.
  • Saya hanya orang desa yang beruntung mengenyam pendidikan.
  • Hanya hal remeh seperti ini yang bisa saya perbuat

C. Majas Penegasan

Majas Penegasan ialah gaya bahasa yang mengandung kata kiasan yang dipergunakan untuk memberikan penegasan. Hal ini diakaukan guna meningkatkan kesan serta pengaruh terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Majas Pleonasme

Pleonasme adalah  penggunaan kata-kata yang sudah mafhum (dimaklumi) sebagai bentuk penegasan. Pada dasarnya tanpa kata-kata  tersebut sebuah kalimat sudah dapat difahami secara utuh.

Contoh:
  • Semua penghuni rusun bergegas  turun ke bawah untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.
  • Pantang baginya untuk mundur ke belakang.
  • Hanya perwakilan demonstran saja yang diperkenankan masuk ke dalam untuk meakukan negoisasi.
  • Sedari tadi ia hanya merunduk ke bawah penuh penyesalan
  • Serentak para penonton mendongak ke atas menyaksikan manufer pesawat tempur TNI AU.

2) Majas Repetisi 

Repetisi adalah majas menggunakan perulangan kata-kata sebagai penegasan. Gaya bahasa seperti ini banyak kita temukan dalam sajak maupun pidato-pidato motifasi.

Contoh:
  • Hidup adalah perjuangan, hidup adalah pilihan, hidup adalah realita yang harus kita hadapi.
  • Dunia ini adalah fana,  dunia ini hanya tempat bersinggah, dunia ini hanya sementara.
  • Dialah yang kurindu, dialah yang kutunggu, dialah belahan hatiku. 
  • Cinta adalah misteri, Cinta adalah kesetiaan,Cinta adalah pengorbanan.
  • Hiduplah dengan visi, hiduplah dengan misi, hiduplah untuk menggapai prestasi

3) Majas Paralelisme

Paralelisme biasa digunakan untuk menunjukan suatu titik kesamaan kedudukan sesuatu yang sering dianggap sebagai suatu yang memiliki jarak karena memiliki karakteristik yan berbeda. Atau dapat juga paralelisme digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan kata yang diulang – ulang untuk menggambarkan makna yang ingin diutarakan sama dengan deskripsi dari kata yang diulang –ulang tersebut.

Pada intinya majas paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Majas Tautologi

Tautologi merupakan jenis majas penegasan berupa  pengulangan  sebuah kata atau sinonim kata.
Contoh:
  • Bukan, bukan, bukan itu yang aku inginkan (menngulang kata; bukan)
  • Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara. (mengulang sinonim rukun)

5) Majas Klimaks

Klimaks adalah jenis majas penegasan yang menyatakan beberapa hal secara bertingkat dari yang terkecil/terendah hingga yang terbesar/tinggi.
Contoh:
  • Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua merasa bahagia dengan dibangunnya Masjid Nurul Amal.
  • Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden harus sejajar di mata hukum.

6) Majas Antiklimaks
Antiklimaks adalah adalah kebalikan majas klimaks. Majas ini menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.
Contoh:
  • Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan semua siswa SMP N 2 Bangun Rejo mengikuti upacara bendera.
  • Produk kami telah tersebar di seluruh daerah mulai provinsi, kota, kecamatan bahkan desa.

7) Majas Retorik

Retorik adalah majas penegasah yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuan pertanyaan yang dilontarkan tidak lain hanya untuk memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
  • Enak bukan bolos sekolah? Besok ulangi lagi ya!
  • Kamu selalu menghindar ketika aku sedih. Apa ini yang kamu bilang sahabat ? 
  • Negara kita nampak semakin carut-marut. Apa ini yang orang sebut "revolusi mental"?

D. Majas Sindiran

Susuai namanya majas sindiran ialah gaya bahasa yang mengandung sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Majas Ironi

Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang. Maka tidak heran jika sebagian ahli bahasa ada yang mengelompokkan majas ini ke dalam majas pertentangan.
Contoh:
  • Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu datang jam 10.
  • Bagus sekali tulisanmu, sampai aku susah membacanya.
  • Wangi sekali parfum yang kamu pakai, sampai seisi kelas merasa mual.

2) Majas Sinisme

Sebagaimana majas ironi majas sinisme merupakan majas yang digunakan untuk maksud menyindir. Bedanya, pada majas ironi sindiran diungkapkan secara tidak langsung menggunakan kata-kata positif. Sedangkan sinisme  menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain dengan kata yang cenderung negatif.
Contoh :
  • Tingkah lakumu sangat konyol, tidak semestinya muncul dari seorang mahasiswa sepertimu.
  • Caramu mengaji tidak mencerminkan jika kamu pernah belajar di pesantren.


3) Majas Sarkasme

Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Bahkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan jika sarkasme lebih sering digunakan untuk menyakiti orang atau lawan bicara. Makanya majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
  • Mual aku melihat wajahmu, pergi kamu!
  • Dasar keong sawah, kerja begini saja lama sekali!

Rabu, 24 Agustus 2016

KKPI

KKPI


 What is Bandwidth? Bandwidth adalah nilai hitung atau perhitungan konsumsi transfer data.

telekomunikasi yang dihitung dalam satuan bit per detik atau yang biasa disingkat bps yang terjadi antara komputer server dan komputer client dalam waktu tertentu dalam sebuah jaringan komputer.


Bandwidth sendiri akan dialokasikan ke komputer dalam jaringan dan akan mempengaruhi kecepatan transfer data pada jaringan komputer tersebut sehingga semakin besar Bandwidth pada jaringan komputer maka semakin cepat pula kecepatan transfer data yang dapat dilakukan oleh client maupun server.


Pada sebuah jaringan komputer Bandwidth terbagi menjadi 2 yaitu Bandwidth digital dan Bandwidth analog. Berikut adalah penjelasan masing - masing Bandwidth tersebut:

    Bandwidth digital adalah jumlah atau volume suatu data (dalam satuan bit per detik/bps)yang dapat dikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi tanpa adanya distorsi.
    Bandwidth analog merupakan perbedaan antara frekuensi terendah dan frekuensi tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang diukur dalam satuan Hz (hertz) yang dapat menentukan banyaknya informasi yang dapat ditransmisikan dalam suatu saat.

IPA

IPA

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan

Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik), dan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran dari tiap-tiap sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan terjadinya perubahan bentuk. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.
Perkembangan adalah proses menuju dewasa. Proses perkembangan berjalan sejajar dengan pertumbuhan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan proses yang tidak dapat diukur. Dengan kata lain, perkembangan bersifat kualitatif, tidak dapat dinyatakan dengan angka.
Organisme disebut telah dewasa apabila telah mampu berkembang biak secara generatif. Pada tumbuhan, hal itu ditandai dengan terbentuknya bunga. Sedang pada manusia dan mamalia lainnya ditandai dengan telah berkembangnya gonade yang menghasilkan sel-sel kelamin (gamet). Pada pria ditandai dengan dimulainya produksi sel sperma oleh testis, dan pada wanita menghasilkan ovum (sel telur) yang dibentuk di ovarium.

Sabtu, 20 Agustus 2016

IPS

IPS

1. Bentuk Mobilitas:
a. Horizontal
b. Vertikal
c. Intagenarasi
d. Antargenerasi

2. Cara untuk melakukan mobilitas:
a. perubahan standar hidup
b. perkawinan
c. perubahan tempat tinggal
d. perubahan tingkah laku
e. perubahan XLama

3. Faktor penghambat mobilitas
a. perbedaan kelas rasial
b, agama
c. diskriminasi kelas
d. kemiskinan
e. perbedaan jenis kelamin

4. Saluran-saluran mobilitas
a. angkatan bersenjata
b. lembaga keamanan
c. kembaga pendidikan
d.organisasi politik
e. organisasi keahlian
f. perkawinan
g. organisasi ekonomi

5. dampak mobilitas
a. konflik entar kelas
b. konflik kelompok
c. konflik generasi
d. penyesuaian kembali

Jumat, 19 Agustus 2016

Kimia

Kimia

Metode bilangan oksidasi (Biloks)
 
a. tentukan biloks masing-masing unsur.
b. samakan jumlah unsur yang berubah biloks dengan menambahkan koefisien
c. samakan jumlah selisih biloks dengan kali silang
d. jika reaksi berupa ion:
samakan muatan, dengan menambahkan H+ (suasana asam) atau OH-(suasana basa)
jika reaksi berupa molekul
samakan unsur-unsur dengan urutan: Kation-Anion-Hidrogen-Oksigen
e. samakan jumlah H, dengan menambah H2O

Selasa, 16 Agustus 2016

matematika

matematika

Histogram dan poligon adalah dua grafik yang digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi, sedangkan ogive merupakan kurva frekuensi kumulatif yang telah dihaluskan.

Histogram dan Poligon Frekuensi

Data yang telah disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dapat disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram, yaitu diagram kotak yang lebarnya menunjukkan interval kelas, sedangkan batas-batas tepi kotak merupakan tepi bawah dan tepi atas kelas, dan tingginya menunjukkan frekuensi pada kelas tersebut.
Apabila titik-titik tengah sisi atas dari histogram dihubungkan satu sama lain oleh ruas-ruas garis maka diperoleh poligon frekuensi. Untuk lebih memahami mengenai histogram dan poligon frekuensi, perhatikan contoh berikut.
Berikut ini upah karyawan (dalam ribuan rupiah) per minggu dari sebuah perusahaan.

Tabel Distribusi Frekuensi
Langkah-langkah dalam membuat histogram dan poligon frekuensi dari tabel distribusi frekuensi di atas adalah sebagai berikut.
  1. Membuat sumbu datar dan sumbu tegak yang saling berpotongan.
    Untuk menyajikan data yang telah disusun dalam tabel distribusi frekuensi menjadi diagram, seperti biasa dipakai sumbu datar untuk menyatakan kelas interval dan sumbu tegak untuk menyatakan frekuensi.
  2. Menyajikan frekuensi pada tabel ke dalam bentuk diagram.
    Setelah sumbu datar dan sumbu tegak dibuat pada langkah 1, buat diagram yang menyatakan frekuensi data. Bentuk diagramnya seperti kotak (diagram batang) dengan sisi-sisi dari batang-batang yang berdekatan harus berimpitan. Pada tepi masing-masing kotak/batang ditulis nilai tepi kelas yang diurutkan dari tepi bawah ke tepi atas kelas. (Perhatikan bahwa tepi kelas terbawah adalah 99,5 – 199,5).
  3. Membuat poligon frekuensi.
    Tengah-tengah tiap sisi atas yang berdekatan dihubungkan oleh ruas-ruas garis dan titik-titik tengah sisi-sisi atas pada batang pertama dan terakhir di sisi terakhir dihubungkan dengan setengah jarak kelas interval pada sumbu datar. Bentuk yang diperoleh dinamakan poligon frekuensi (poligon tertutup).
Hasil akhir dari histogram dan poligon frekuensi dari tabel distribusi frekuensi di atas dapat dilihat pada gambar berikut.
Histogram & Poligon Frekuensi
Ogive
Ogive adalah grafik yang digambarkan berdasarkan data yang sudah disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif. Untuk data yang disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari, grafiknya berupa ogive positif, sedangkan untuk data yang disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari, grafiknya berupa ogive negatif.
Frekuensi kumulatif kurang dari untuk suatu kelas adalah jumlah frekuensi semua kelas sebelum kelas tersebut dengan frekuensi kelas itu. Sedangkan frekuensi kumulatif lebih dari suatu kelas adalah jumlah frekuensi semua kelas sesudah kelas tersebut dengan frekuensi kelas itu.
Data upah karyawan sebelumnya dapat digambarkan ogivenya. Akan tetapi sebelum itu, buat terlebih dahulu tabel distribusi frekuensi kumulatifnya.
Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Dari tabel distribusi frekuensi kumulatif di atas, dapat digambarkan ogive seperti pada diagram berikut.
Ogive

Senin, 15 Agustus 2016

matematika

1. Fungsi Diagram adalah untuk mempermudah dalam memperinci data yang berisi angka. Diagram biasa digunakan dalam meringkas dan memperpendek informasi dalam setiap presentasi data atau hal lainnya. 
2. Macam-Macam Diagram - Diagram terbagi atas beberapa jenis baik bentuk dan gambar yang berbeda, antara lain sebagai berikut.., 
a. Diagram Garis
Pengertian Diagram Garis Pengertian Diagram Garis - Diagram garis adalah penyajian data statistik dengan memakai garis yang melakukan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan. Sumbu X menunjukkan waktu pengamatan dan sumbu Y menunjukkan nilai-nilai data pengamatan untuk waktu tertentu. Gabungan waktu dan pengamatan membentuk titik XY. 
Pengertian Diagram Lingkaran b. Diagram Lingkaran
Pengertian Diagram Lingkaran - Diagram lingkaran adalah penyajian data statistik dengan memakai gambar yang berbentuk lingkaran. Lingkaran tersebut dibagi dalam beberapa bagian yang menyatakan nilai dengan bentuk persen.
c. Diagram Batang 
Pengertian Diagram BatangPengertian Diagram Batang - Diagram batang adalah diagram yang menunjukkan bilangan atau kuantitas yang dinyatakan dalam bentuk persegi panjang atau persegi. Pada umumnya diagram batang menggambarkan perkembangan nilai-nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan batang-batang tegak, mendatar, dan sama lebar dengan batang-batang terpusah.


d. Diagram Batang Daun 
Pengertian Diagram Batang Daun Pengertian Diagram Batang Daun - Diagram batang daun adalah diagram sebagai contoh penyebaran data yang datanya diurutkan terlebih dahulu dari yang terkecil ke terbesar. Diagram terbagi atas dua yaitu diagram batang dan daun. Diagram batang daun memuat angkat puluhan serta bagian daun memuat angka satuan.  
  


e. Diagram Kotak Garis
Pengertian Diagram Kotak GarisPengertian Diagram Kotak Garis - Diagram kotak garis adalah data statistik yang dipakai untuk menampilkan diagram kotak garis yaitu statistik lima serangkai, yang terdiri dari data ekstrim (data terkecil dan data terbesar). Q1, Q2, Q3. 
f. Diagram Gambar
Pengertian Diagram Gambar

Sabtu, 13 Agustus 2016

IPS

IPS

2.      Fungsi struktur social
a.       Struktur social sebagi pengawas social , yakni sebagai penekan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran terhadap norma , nilai dan peraturan kelompok atau masyarakat
b.      Struktur social sebagai dasar untuk menanamkan suatu displin social kelompok atau masyarakat. Hal ini disebabkan oleh struktur social memang berasal dari kelompok atau masyarakat itu sendiri.
c.       Struktur social sebuah proses pembiasaan
     3.      Bentuk struktur social
a.       Intersected social struktur
Dikatakan intersected apabila keanggotaan dalam kelompok-kelompok social yang da bersifat menyilang. Artinya keanggotaan dalam kelompok social tersebut memiliki latar belakang ras, suku bangsa , ataupun agama yang berbeda-beda.
b.      Consolidated social struktur
Dikatakan consolidated jika terjadi tumpang tindih parameter dan mengakibatkan penguatan identitas keanggotaan dalam sebuah kelompok social.
KONFLIK SOSIAL
     1.      PENGERTIAN KONFLIK
Penegrtian konflik yang paling sederhana adalah “salaing memukul”. Tetapi definisi yang sedrhana itu tentu belum memadai , karena konflik tidak saja tamapk sebagai pertentangan fisik semata. Secara sosiologis, konflik  diartikan sebagai suatu proses social antara dua rang atau lebih yang erusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.
     2.      Factor-faktor atau akar-akar penyebab suatu konflik social
Jenis konflik cukup banyak, mulai dari perang terbuka , revoluis , pemogokan buruh , kerusuhan rasial , sampai dengan perkelahian antarinidvidu. Para sosiolog samapi sekarang masih menacari penyebab-penyebab konflik secar umum, pola-pola eskalasinya, cara penyelasaiannya dan berbagai konsekuensi yang ditimbulkan.
Factor-faktor yang dapat emmicu terjadinya konflik antara lain :
a.       Perbedaan individu
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi factor penyebab konflik social, sebab dalam menjalani hubungan social , seseorang tidak selalu berjalan dengan kelomoknya.
b.      Perbedaan latar belakang kebudayaan
Tentu kamu masih ingat  bahwa dalam menjalani hubungan sosialnya , seseoang akan dipengaruhi oleh pola-pola pemikiran kelompoknya. Orang dibesarkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda. Ada yang diasuh dengan pola latihan kemandirian  yang akn mendorong seseorang menjadi berani dalam mengambil tindakan, bertanggung jawab , kritis tetapi agak individualis. Ada pula yang diasuh dalam lingkungan kebudayaan yang menerapkan pola ketergantungan. Dalam hal ini , seseorang akan cenderung bersifat kurang mandiri , menghargai orang lain , bersahabat dan tidak inidividualis.
c.       Perbedaan kepentingan
Manusia memiliki perasaan , pendirian , maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Oleh karena itu dlam waktu yang bersamaan , masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berda-beda. Kadang-kadang orang dpaat melakukan hal yang sama , tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.
d.      Perubahan-perubahan nilai yang cepat
Sebagaimana telah diketahui bahwa perubahan nilai terjadi disetiap masyarakat. Artinya nilai-nilai social , baik nilai kebenaran , kesopanan , maupun nilai material dari suatu benda mengalami perubahan. Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berkangsung cepat atau bahkan mendadak, akan menyebabkan konflik social , misalnya pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik social sebab nilai-nilai lama pada masyrakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian cesara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyaraklat industry.
Menurut De Moor, dalam suatu system social hanya dapat dikatakan terdapat konflik jika para penghuni system tersebut membiarkan dirinya dibimbing oleh tujuan-tujuan yang bertentangan dan terjadi secara besar-besaran. Mengenai pembagian konflik social dalam masyarakat , Dahrendorf membedakan konflik menjadi empat macam , yaitu sebagi berikut :
a.       Konflik antara atau dalam peran social , misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi
b.      Konflik antara kelompok-kelompok social
c.       Konflik antara kelompok-kelompok yang terorganisisr dan tidak terorganisir
d.      Konflik antara satuan nasional , misalnya antara partai politik , antara negar-negara atau antara organisasi-organisasi internasional
Situasi-situasi oemicu konflik. Konflik yang terjadi di antara individu dalam menjalankan interaksinya banyak dibahs dalam studi psikolog social. Saalh satunya dikemukakan oleh Ursula Lehr. Menurut ilmuwan ini , kemungkinan-kemungkinan situasi yang dapat menimbulkan konflik adalah sebagai berikut :
      a.       Konflik dengan orang tua sendiri
Konflik ini terjadi sebagai akibat situasi-situasi  hidup bersama dengan orang tua. Pengharapan-pengahrapan orang tua dan kewajiban-kewajiban seorang anak kepada kedua orang tuanya sulit sekali dijalankan bersamaan secara serasi.
      b.      Konflik dengan anak-anak sendiri
Konflik ini terjadi misalnya setelah orang tua mengetahui tingkah laku anak yang tidak cocok dengan harapannya. Akibatnya , orang tua memberikan tanggapan yang berlebihan , misalnya menghukum , mengurangi hak-hak mereka dan lain – lain.
      c.       Konflik dengan sanak keluarga
Pada masa kanak-kanak dan remaja dapt timbul konflik terutama dengan kakek ,nenek , paman dan bibi yang ikut dalam proses pendidikan anak . pada masa masa berikutnya , dapat timbul konflik dengan mertua atau keluarga suami atau istri yang dipandang terlalu ikut campur atau dengan saudara-saudara sendiri misalnya akibat pembagian warisan yang dianggap tidak adil.
     d.      Konflik dengan orang lain
Konflik jenis ini timbul dengan hubungan social dengan tetangga-tetangga, teman sekerja dan orang-orang lain. Konflik social dapat timbul karena perbedaan pendirian atau pendapat mengenai suatu hal,
     e.       Konflik dengan suami atau istri
Kesukaran-kesukaran dalam perkawinan, pertentangan-pertentangan kecil mengenai persoalan hidup sherai-hari atau perselisihan yang dalam mengenai persoalan hidup dapat memicu terjadinya konflik antara suami dan istri
      f.       Konflik di sekolah
Berbagai macam konflik di sekolah antara lain berupa tidak dapat mengikuti pelajaran , tidak lulus ujian , persoalan hubungan antarguru dengan murid , atau persoalan kedudukan di antara teman-teman sebaya dalam kelas
      g.      Konflik dalam pemilihan pekerjaan
Konflik yang timbul dari sifat pekerjaan sendiri , misalnya membosankan atau terlalu berta , atau konflik yang berhubungan dengan waktu kerja , aspirasi kerja masalah keuangan , dan masalah hubungan dengan teman-teman sekerja
      h.      Konflik agama
Berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat dan tujuan hidup , aturan-aturan yang bertentangan dengan agama , pindah dari suatu agama yang lain, menikah dengan orang yang berbeda agama dan lain lain
      i.        Konflik pribadi
Misalnya timbul karena minat yang berlawanan, tidak ada keuletan , tidak ada kemampuan untuk mengembangkan diri dan meluaskan hidup
Suatu konflik tidak selalu mendatangkan sisi negatif  , tetapi kadang-kadang mendatangkan sesuatu yang positif. Segi positif dari suatu konflik adalah sebagai berikut :
a.       Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas
b.      Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma dan nilai-nilai serta hubungan social dalam kelompok bersangkutan sesuai kebutuhan individu atau kelompok
c.       Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu atau kelompok
d.      Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma yang baru
e.       Dapat berfungsi sebagi saran untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat
Hasil atau akibat-akibat dari suatu konflik social adalah sebagai berikut :
a.       Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain
b.      Keretakan hubungan antarindividu
c.       Perubahan kepribadian individu
d.      Kerusakan harta benda dan bahkan hilangnya nyawa manusia
e.       Akomodasi, dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam pertikaian

Jumat, 12 Agustus 2016

KIMIA

KIMIA

Soal no 1
image-question-Soal no 1

 


Soal no 2
image-question-Soal no 2

 


Soal no 3
image-question-Soal no 3

 


Soal no 4
image-question-Soal no 4

 


Soal no 5
image-question-Soal no 5

 


Soal no 6
image-question-Soal no 6

 


Soal no 7
image-question-Soal no 7

 


Soal no 8
image-question-Soal no 8

 


Soal no 9
image-question-Soal no 9

 


Soal no 10
image-question-Soal no 10

 


Soal no 11
image-question-Soal no 11

 


Soal no 12
image-question-Soal no 12

 


Soal no 13
image-question-Soal no 13

 


Soal no 14
image-question-Soal no 14

 


Soal no 15
image-question-Soal no 15

 


Soal no 16
image-question-Soal no 16

 


Soal no 17
image-question-Soal no 17

 


Soal no 18
image-question-Soal no 18

 

Kamis, 11 Agustus 2016

PKN (Arti Lambang Pancasila)

ARTI LAMBANG SILA-SILA DALAM PANCASILA


http://kita-berbagi-cerita.blogspot.com/2014/10/arti-lambang-sila-dalam-pancasila.html

ARTI LAMBANG SILA-SILA DALAM PANCASILA



Pancasila memiliki lambang pada setiap silanya, dan juga memiliki arti.

Perisai yang dikalungkan melambangkan pertahanan Indonesia. Pada perisai itu mengandung lima buah simbol yang masing-masing simbol melambangkan sila-sila dari "dasar negara" Pancasila.



http://kita-berbagi-cerita.blogspot.com/2014/10/arti-lambang-sila-dalam-pancasila.html

Bagian tengah terdapat simbol BINTANG yang melambangkan sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang MahaEsa. 
Lambang bintang dimaksudkan sebagai sebuah cahaya, seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. 
Sedangkan latar berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli, yang menunjukkan bahwa Tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia, tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu didunia ini ada.
http://kita-berbagi-cerita.blogspot.com/2014/10/arti-lambang-sila-dalam-pancasila.html
Di bagian kanan bawah terdapat RANTAI yang melambangkan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. 
Rantai tersebut terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. 
Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkait pun melambangkan bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan, membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai.


http://kita-berbagi-cerita.blogspot.com/2014/10/arti-lambang-sila-dalam-pancasila.html




Di bagian kanan atas terdapat gambar POHON BERINGIN yang melambangkan sila ketiga, Persatuan Indonesia. 
Pohon beringin digunakan karena pohon beringin merupakan pohon yang besar di mana banyak orang bisa berteduh di bawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia bisa " berteduh " di bawah naungan negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, namun tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

http://kita-berbagi-cerita.blogspot.com/2014/10/arti-lambang-sila-dalam-pancasila.html


Kemudian, di sebelah kiri atas terdapat gambar KEPALA BANTENG yang melambangkan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan.
Lambang banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu.


http://kita-berbagi-cerita.blogspot.com/2014/10/arti-lambang-sila-dalam-pancasila.html
Di sebelah kiri bawah terdapat PADI dan KAPAS yang melambangkan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 
Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran yang merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini. 
Pada bagian bawah Garuda Pancasila, terdapat pita putih yang dicengkeram, yang bertuliskan " BHINNEKA TUNGGAL IKA " yang ditulis dengan huruf latin, yang merupakan semboyan negara Indonesia. Kata “Bhineka” berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, Kata “Tunggal” berarti satu, dan Kata “Ika” berarti itu. Perkataan bhinneka tunggal ika merupakan kata dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti " berbeda-beda tetapi tetap satu jua ". Perkataan itu diambil dari Kakimpoi Sutasoma karangan Mpu Tantular, seorang pujangga dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatuan dan kesatuan Nusa dan Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai pulau, ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa, serta agama.